Implementasi Radiosity Dalam Battlefield 3

Artikel ini merupakan hasil penulisan ulang dan terjemahan dari hasil tulisan pada blog berikut :

Jika kamu tidak familiar dengan radiosity, radiosity mengacu pada pantulan cahaya -- sebagai contoh, jika kamu menyinari sebuah tembok berwarna merah cerah dengan sebuah cahaya, cahaya tersebut akan mamantulkan warna merah ke seluruh ruangan. Setelah mengerjakan Mirror's Edge, tim DICE menyukai kekuatan yang dimiliki oleh radiosity, namun tidak menyukai lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan komputasi: pencahayaan untuk setiap tingkat ME dapat menghabiskan waktu 24 jam untuk menyelesaikannya (menggunakan mesin pencahayaan Autodesk bernama "Beast"). 

Dengan waktu pengemasan yang lama tersebut, seniman pencahayaan terlalu banyak menghabiskan waktu tunggu dan tidak memiliki waktu untuk mengulangi pengaturan pencahayaan lainnya.

Left shows direct lighting only, right shows direct and indirect combined
Untuk menghindari masalah ini di Battlefield 3, DICE bekerjasama dengan Enlighten (sebuah pionir real-nime radiosity) untuk menyediakan sebuah alir kerja lighting-fast untuk seniman pencahayaan. Versi PC dari game ini akan menggunakan teknologi tersebut didalam game itu sendiri untuk merubah pencahayaan tidak langsung atas respon dari tembok yang hancur, namun XBOX dan PS3 akan hanya menggunakannya untuk mengemas pencahayaan tidak langsung bersifat statis. Pada kedua platform, objek dinamis tidak akan berperan dalam pencahayaan tidak langsung, tapi hanya menerimanya dengan interpolasi diantara probe cahaya.

Spherical harmonic light probes
Enlighten mengimplementasikan radiosity secara real-time menggunakan beberapa simplifikasi. Pertama, mereka menggunakan perkiraan yang sangat abstrak untuk setiap dataran; seperti contoh sebuah 5000 segitiga gedung dapat dikurangi menjadi sebuah balok sederhana. Kedua, mereka menggunakan lightmap yang resolusinya sangat rendah. Pencahayaan tidak langsung terkadang sangat besar resolusinya, gradien yang sangat halus, sehingga lightmap kasar terlihat dapat diterima dalam praktiknya. Dan terakhir, setiap pixel dari lightmap ini memiliki daftar titik contoh dan beban kontribusi yang sudah dihitung sebelumnya, sehingga tidak memerlukan hitungan matematika rumit yang harus dilakukan secara real-time.

Left shows the low-detail approximation, and right shows the interpolated results
Setelah mulakukan perhitungan atas informasi ini sebelumnya, Enlighten dapat digunakan untuk menghitung radiosity dengan cara menyediakannya menggunakan informasi pencahayaan langsung untuk titik contoh tersebut. Enlighten kemudian mengaplikasikan beban akumulasi untuk setiap piksel lightmap untuk menghitung pantulan pertama dari cahaya tidak langsung. Enlighten kemudian memberikan output dari pantulan pertama yang lolos sebagai input untuk pantulan kedua, dan seterusnya.

Direct lighting and the direct light sample points
Walaupun dengan semua simplifikasi ini, Enlighten tidak cukup cepat untuk melakukan radiosity dalam setiap bingkai secara menyeluruh. Sebagai contoh, jika matahari digerakkan di editor, matahari tersebut memerlukan beberapa waktu agar seluruh pencahayaannya diperbaharui. Masalah ini juga menjadikannya tidak dapat diterapkan dalam pencahayaan instan dalam sebuah permainan, seperti ledakan.

Gambar diambil dari presentasi Siggraph slides dan video.

Beberapa bulan lalu tepatnya pada bulan Februari 2016 Presiden kita tercinta Bpk. Joko Widodo atau yang biasa kita sapa pak Jokowi mengunjungi beberapa markas dewa dewa dibidang teknologi di dunia, seperti Facebook Google dan lain lain. Pada kesempatan itu Bapak Jokowi berkesempatan mengunjungi markas Google di Mountain View, California ,AS.

Dalam pertemuan itu, bapak Jokowi bertemu dengan para petinggi petinggi Google  CEO Google sekaligus founder google yaitu Bapak Sergey Brin. Dari hasil pertemuan itu dicapai beberapa kerjasama, salah satunya Google berkomitmen untuk melatih 100.000 developer mobile sampai 2020.


Program kerjasama itupun akhirnya diluncuran dengan nama Indonesia Android Kejar. Program ini akan berlangsung pada tanggal 28 Maret sampai 7 Mei 2016 di lima kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.


Indonesia Android Kejar adalah serangkaian kegiatan belajar bersama (study group) untuk mendukung developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi mobile melalui kursus online Udacity dan pertemuan offline bersama anggota komunitas sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam di ekosistem yang menyenangkan dan kolaboratif. Indonesia Android Kejar akan memfasilitasi pembahasan materi di level Beginner, Intermediate, dan Advance. Dengan adanya kerjasama ini sangat bermanfaat untuk membantu developers Indonesia untuk tumbuh dan terus menciptakan aplikasi berkualitas dan bermanfaat bukan hanya bagi Indonesia tapi juga bagi global.


Untuk pendaftaran perlu diketahui kita mendaftar sebagai apa, berikut perbedaan Fasilitator dengan peserta :

Untuk Fasilitator adalah pihak yang akan menjadi pengajar & pembimbing dalam sesi pembelajaran offline. Fasilitator akan bertugas mengadakan study group dan memonitor perkembangan anggotanya. Jika kamu memiliki kemampuan programming yang sangat baik, menjadi fasilitator akan memberikan kamu keuntungan nyata. Selain berkontribusi bagi komunitas, kamu juga akan mendapatkan hadiah ekslusif dari Google, kesempatan mendapatkan free premium ticket di Udacity selama 2 bulan (bagi yang terbaik), dan kesempatan untuk diundang ke Google Indonesia Office Tour (bagi yang terbaik)!

Sedangkan Peserta adalah pihak yang akan mengikuti pembelajaran online di Udacity dan pembelajaran offline secara berkala dengan tujuan meningkatkan kemampuan dalam membuat aplikasi Android. Sebagai peserta, kamu akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dari bimbingan online & offline, pembelajaran langsung dengan fasilitator yang ahli, hadiah ekslusif untuk peserta terbaik, dan kesempatan memperoleh sertifikat dari Google!

Cara Pendaftaran

Cara pendaftaran kita dapat langsung mengunjungi website Indonesia Android Kejar.
persyaratan pendaftaran, cara pendaftaran, dan lain lain semua tersedia lengkap, pemilihan fasilitator maupun peserta diseleksi dengan sangat selektif. 

Proses Belajar

Singkat cerita melalui proses yang sangat ketat, saya terpilih sebagai salah satu peserta tingkat beginner, perlu diketahui program ini terbagi menjadi 3 tingkatan yaitu beginner, intermediate,advance. Proses study group program ini berlangsung selama 4 pertemuan, kurang lebih selama sebualan, setelah proses tatap muka selama satu bulan , peserta diberikan tugas akhir membuat aplikasi android menyangkut hal hal yang sudah dipelajari selama 4 pertemuan, setelah itu hasil project dikirim kepada pihan android kejar melalui email untuk dilakukan penilaian oleh pihak terkait untuk dilakukan penilaian apakah peserta lulus atau tidak.

Ini adalah beberapa dokumentasi pelaksanaan study group yang penulis lakukan di salah satu tempat bernama Code Margonda di daerah Depok Jawa Barat.








Awarding

Setelah dinyatakan lulus peserta akn mendapatkan email untung menghadiri acara penghargaan kepada fasilitator dan peserta terbaik selama program itu dilaksanakan, sekaligus penyerahan sertifikat kepada fasilitator dan pesrta, acara ini tidak hanya sebuah acara penghargaan, tetapi juga ada acara talkshow oleh startup startup sukses diindonesia seperti gojek,bukalapak,dll,acara ini diadakan di kantor Kemendikbud RI di Jakarta.

ini adalah dokumentasi saat acara awarding berlangsung di Kemendikbud RI.






Ini adalah sertifikat yang penulis dapatkan dari program Indonesia Android Kejar ini.



Alhandulillah, sekian sharing-sharing penulis mengenai program Indonesia Android Kejar, semoga program hasil kerjasama antara pemerintah dengan Google ini sukses dan dapat melahirkan banyak developer-developer handal yang dapat mengangkat nama Indonesia menjadi lebih tinggi lagi dengan karya-karyanya, semoga bermanfaat Aamiin.

Sumber:
www.indonesiaandroidkejar.id



Apa itu Webometrics???

Kali ini penulis sekali lagi akan membahas tentang sebuah web yang melakukan penelitian terhadap peringkat Universitas di seluruh dunia, untuk lebih jelasnya penulis akan kembali menjelaskan definisi,cara kerja, metode penelitian, dan manfaatnya bagi institusi maupun kalangan lainnya, langsung saja kita bahas apa itu Webometric?


Webometrics


Webometrics adalah merupakan organisasi yang melakukan pemeringkatan perguruan tinggi seluruh dunia, sebagai rintisan dari Cybermetrics Lab, sebuah kelompok penelitian yang masih merupakan bagian dari Consejo Superior de Investigaciones Científicas, lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Update hasil pemeringkatan dirilis Webometrics setiap bulan Januari dan Juli.

Komponen yang digunakan Webometrics untuk pemeringkatan adalah Visibility (50%) yang terdiri dari Impact yaitu jumlah link eksternal menurut Ahrefs & Majestic SEO, dan Activity (50%) yang terdiri dari Presence (20%), yakni jumlah halaman situs domain menurut Google, Openness (20%) yakni jumlah publikasi ilmiah dalam format rich files (*pdf, *doc, *ppt, *ps) menurut Google Scholar, dan Excellence (10%) yakni jumlah publikasi ilmiah menurut Scimago. (wikipedia)


Metodologi Penelitian



Mulai Juli 2012, Kriteria penilaian yang digunakan oleh Webometrics kali ini berubah dari sebelumnya. Selama ini Webometrics menggunakan kriteria size, visibility, rich text, danscholary, namun kali ini Webometrics menggunakan presence (20%), impact (50%),openness (15%), dan excellence (15%) sebagai kriteria penilaian.

Presence (20%) adalah Jumlah halaman web host dalam webdomain utama (termasuk semua subdomain dan direktori) dari universitas yang diindeks oleh mesin pencari Google. Penilaian ini menghitung setiap halaman web, termasuk semua format yang diakui secara individual oleh Google, termasuk halaman statis dan dinamis dan selain rich files.

Impact (50%) adalah kualitas konten dievaluasi melalui “virtual referendum” dengan menghitung semua external inlinks yang diterima oleh webdomain Universitas dari pihak ketiga. Link tersebut mengakui prestise institusional, kinerja akademik, nilai informasi, dan kegunaan dari layanan seperti yang diperkenalkan dalam halaman web sesuai dengan kriteria jutaan web editor dari seluruh dunia. Data visibilitas link dikumpulkan dari dua provider informasi yaitu Majestic SEO dan ahrefs. Keduanya menggunakan crawler sendiri, menghasilkan database yang berbeda yang digunakan bersama-sama untuk saling melengkapi atau memperbaiki kesalahan. Indikatornya adalah produk dari jumlah backlink dan jumlah domain yang berasal dari backlink tersebut, sehingga tidak hanya penting popularitas link tetapi juga keragaman link.

Openness (15%) merupakan jumlah file dokumen Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online/open di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google Scholar).

Excellence (15%) merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking (tahun 2003-2011) dan di Google Scholar (tahun 2007-2011).

Webometrics bukanlah tujuan akhir, namun webometric yang merupakaan pemetaan dari kekuatan Universitas di bidang Social Networking baik internal sekaligus ekternal. Apapun tujuan webomteric sangatlah kita hargai untuk memacu perkembangan universitas, salah satunya dari publikasi penelitian. 

Manfaat Webometrics

Manfaat dari webometrics ini sangat banyak ,baik manfaat positif maupun manfaat negatif, berikut adalah manfaat webometric:

Positif

-Mengetahui peringkat Universitas di seluruh dunia.
-Dapat menjadi acuan untuk penilaian tentang sebuah Universitas.
-Sebagai sarana promosi bagi Universitas terkait, dan masih banyak lainnya.

Negatif

-Membuat penilaian yang tak sesuai dengan Universitas, seandaianya ada kesalahan dalam penelitian.
-Memperburuk citra Universitas apabila ranking rendah, dan masih banyak lainnya.

Ranking Universitas Berdasarkan Webometric


Tampilan home

Ranking Universitas di dunia




Ranking Universita di Indonesia



Sekian artikel kali ini mengenai Webometriccs , semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, Aaamiinn.

Sumber:
http://www.webometrics.info/
https://id.wikipedia.org/wiki/Peringkat_perguruan_tinggi_dunia
http://habibi.staff.ub.ac.id/2012/11/21/bagaimana-webometric-memberikan-penilaian-world-class-university/



Apa itu 4ICU???

Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang 4ICU, mungkin bagi kita orang awam yang belum mengetahu apa itu 4ICU, kita akan sangat bingung dan mencari diinternet apa itu 4ICU, disini penulis akan mengupas secara tuntas apa saja yang menjadi pertanyaan tentang 4ICU?, mulai dari definisi, metodologi, cara kerja, dan lain-lain mengenai 4ICU.


4ICU(4 International Colleges and University)

4ICU(4 International Colleges and University) adalah sebuah mesin pencari dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan kepopuleran situs yang dimiliki 11.307 Universitas diseluruh dunia yang sudah terakreditasi yang tersebar di 200 Negara, untuk diperingkatkan dari baik untuk antar wilayah, Negara, maupun Benua.

Terakreditasi disini,ialah sudah diakui oleh badan-badan nasional dan sudah dilegalkan,dan berhak memberikan gelar sarjana bagi mahasiswanya, dan metode pembelajaran yang sesuai yang telah ditetapkan.

Dari definisi ini bisa memunculkan berbagai pertanyaan, bagaimana 4ICU ini bekerja, bagaimana metodologi penelitiannya, dan apa manfaatnya bagi institusi terkait, itu semua akan penulis bahas selanjutnya dalam artikel ini.

Metodologi Penelitian

Dari definisi yang penulis kutip dari salah satu web, bisa kita ketahui 4ICU menilai peringkat universitas berdasarkan kepopuleran web universitas tersebut, namun 4ICU tidak memberikan rincian yang jelas, 4ICU hanya memberikan acuan penilaian berdasarkan:

-Google Page Rank
-Alexa Traffic Rank
-Majestic SEO

Menurut salah satu web universitas, langkah langkah penelitian 4ICU seperti berikut,


1) Pengumpulan data metric dilakukan dalam hari yang sama untuk menghindari perubahan data yang tidak tentu serta memaksimalkan perbandingan data

2) Penggunaan filter untuk mengidentifikasi keberadaan data yang nilainya sangat jauh dari data lain yang ada (data outliers)

3) Review data dari Alexa Traffic Rank, untuk menyeleksi perguruan tinggi yang masih menggunakan subdomain sebagai halaman utama yang resmi

4) Data webmetric kemudian dinormalisasikan pada skala 0-100 dengan mempertimbangkan perhitungan logaritma alami dari Google Page Rank dan Alexa Traffic Rank, serta hasil normalisasi dari data Majestic SEO

5) Nilai normalisasi dari ketiga data tersebut digabungkan dan kemudian dirata-rata untuk menghasilkan nilai akhir dan peringkat perguruan tinggi

Manfaat 4ICU

Tentu pemeringkatan universitas diseluruh dunia ini ada banyak manfaatnya, baik positif maupun negatif,baik untuk institusi terkait, untuk calon mahasiswa , dan pihak lainnya.

Positifnya bagi institusi terkait:

-Membuat Universitas terkait menjadi populer dan dikenal
-Bisa menjadi bahan promosi apabila peringkat Universitas tersebut baik
-Mengetahui seberapa pupuler web Universitas tersebut, dan masih banyak lainnya.

Negatifnya bagi institusi terkait:

-Membuat rating semakin menurun bila peringkat Universitas tersebut rendah
-Membuat calon mahasiswa ragu mendaftar di universitas tersebut bila peringkat rendah
-dan masih banyak lainnya


Ranking Universitas berdasarkan 4ICU

Bagaimana ranking universitas di tahun 2016 ini berdasarkan 4ICU? Penulis akan menampilkannya. Berikut peringkat Universitas di seluruh dunia dan Indonesia:

Tampilan awal






Ini adalah ranking 20 universitas terbaik di dunia menurut 4ICU tahun 2016





Ini adalah 15 Universitas terbaik di Indonesia menurut 4ICU tahun 2016




Sekian artikel kali ini mengenai 4ICU, semoga bermanfaat bagi kita semua, Aamiinn.


Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Peringkat_perguruan_tinggi_dunia
http://www.4icu.org/id/






Apa itu researchh gate? Research Gate adalah sebuah situs web jejaring sosial gratis dan alat kolaborasi bagi para ilmuwan sains dari segala jenis disiplin sains. Situs ini menyediakan pelbagai aplikasi web termasuk pencarian semantik (mencari seluruh abstrak), berbagi file, berbagi database publikasi, forum, diskusi metodologi, grup, dan berbagai aplikasi lainnya. Semenjak Mei 2008, ResearchGate telah digunakan oleh lebih dari 1,400,000 ilmuwan dari 196 negara.


Berdasarkan hasil pengamatan penulis research gate  merupakan situs web jejaring sosial tempat berkumpulnya para akademisi, mahasiswa, beserta peniliti sesuai bidangnya masing-masing, dimana disini akan diupload artikel mengenai hasil penelitian dari orang-orang tersebut. Sesuatu  yang di upload kedalam reseacrh gate ini dapat berupa hasil sebuah penelitian ilmiah, maupun artilel yang mengulas secara jelas topik yang dibahas pada artikel tersebut.

Di web reasearch gate, kita juga dapat membuat grup sesuai dari informasi apa yang ingin kita pahami,selain itu pengguna juga bisa membuat polling,bertanya mengenai sesuatu tentang riset yang sedang kita pahami, dan mencari pekerjaan di research gate, lowonngan kerja di research gate ini bisa dicari sesuai apa yang diinginkan, baik jenis pekerjaannya maupun posisi yang kita inginkan.

Untuk mendapatkan akses -akses yang sudah penulis jelaskan diatas, pertama tama pengguna harus mendaftar terlebih dahulu di web Research Gate

Untuk mendaftar di research gate sangat mudah, kita hanya perlu mengikuti prosedur-prosedur dari web terseut, dngan cara klik join for free, lalu kita isikan biodata, beserta alamat email institusi, lalu mengisi jurusan atau bidang anda, misalnya penulis memilih Computer Sains dan apa saja yang ditekuni, setelah mengisi semua itu , kita melakukan konfirmasi email , setelah melakukan konfirmasi maka anda resmi bergabung kedalam web research gate.

Di dalam research gate sangat banyak sekali doktor-doktor, peneliti dan juga dosen-dosen dari berbagai kampus/ institusi, disini penulis akan mengulas beberapa dosen/peneliti agar pengguna dapat melihat seperti apa profile di research gate.


Bapak Eri Prasetyo ini merupakan salah satu dosen di Universitas Gunadarma,beliau memiliki sekitar 30 penulisan di dalam research gate yang telah dibaca 1.100 kali, beliau merupakan salah satu dosen terbaik di Universitas Gunadarma.


Selanjutunya, Bapak Setia Wirawan, beliau juga merupan salah satu dosen di Universitas Gunadarma, beliau juga memliki beberapa macam riset yang di upload kedalam research gate untuk di publikasikan, beliau juga merupakan salah satu dosen terbaik di Universitas Gunadarma

Selanjutnya, Bapak Achmad Benny Mutiara beliau merupakan salah satu Profesor di Universitas Gunadarma ,beliau memiliki banyak riset dan artikel yang di upload kedalam research gate dan artikel dan risetnya telah dibaca sekitar 2.600 kali.

Sekian pembahasan mengenai Research Gate pada penulisan kali ini, semoga pembahasan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/ResearchGate
https://www.researchgate.net

                               BAHASA INDONESIA 2
MENULIS LAPORAN ILMIAH



Disusun oleh:
Kelompok 7 (2IA01)

                        ALFONSIUS KRISNANDA                                    50414827       
                        ANNISA LARASATI ARIFIANTI             51414380
                        FAJAR SUKMA                                            53414886
                        RADITYA ABDURRAFI                             58414723


TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai pokok bahasan Menulis Laporan Ilmiah dengan sub pokok bahasan yaitu macam-macam lapoan ilmiah, ciri-ciri laporan ilmiah dan persyaratan bagi pembuat laporan. Makalah ini merupakan tugas dalam mata kuliah Bahasa Indonesia 2 jurusan Teknik Informatika di Universitas Gunadarma.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ariyanto selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia 2 dikelas 2IA01. Kami sebagai penyusun makalah ini juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini sehingga dapat selesai tepat pada waktunya.
Pada akhirnya, kami menyadari bahwa dalam penyajian makalah ini masih terdapat kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami selaku penyusun mengharapkan kritik dan saran positif yang bersifat membangun mengenai materi dan cara penyajian yang disajikan dalam makalah ini guna memperbaiki mutu makalah ini. Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk kita semua. Amin.




Depok, 16 April 2016
      
                                                                                                                                    Penyusun




DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Bab I: Pendahuluan
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Tujuan Penulisan 2
1.4 Manfaat Penulisan 2
Bab II: Landasan Teori
2.1 Pengertian Laporan 3
2.2 Macam-Macam Laporan 3
2.3 Ciri-Ciri Laporan 4
Bab III: Pembahasan
3.1 Pengertian Laporan Ilmiah 5
3.2 Macam Laporan Ilmiah 6
3.3 Ciri-Ciri Laporan Ilmiah 9
3.4 Persyaratan bagi Pembuat Laporan 10
Bab IV: Penutup
4.1 Kesimpulan 13
4.2 Saran 13
Daftar Pustaka 14


BAB I
PENDAHULUAN


  1.1            Latar Belakang
Pengertian laporan adalah suatu bentuk penyajian data yang didasarkan pada fakta-fakta yang didapat dari hasil kegiatan ataupun sebuah peristiwa, yang dibebankan kepada pihak pelapor .
Tujuan dari penulisan laporan adalah untuk menyampaikan hasil dari kegiatan atau peristiwa tersebut dari pihak pelapor ke pihak lain, atau suatu badan tertentu. Dari pengertian singkat tersebut kita dapat mengerti apa yang dimaksud dengan laporan tersebut.
Laporan ini sangat berguna untuk berbagai pihak ,dalam hal menyampaikan hasil suatu kegiatan dan lain sebagainya, maka dari itu banyak yang harus dipelajari mengenai laporan , khususnya untuk masyarakat awam yang belum mengetahui  berbagai hal tentang laporan, baik itu cara penulisan laporan, macam-macam laporan, ciri-ciri laporan, dan persyaratan untuk menuliskan laporan.
Dari latar belakang inilah  kita menarik beberapa hal untuk dijadikan sebagai rumusan masalah, selain dari itu, penyelesaian atau solusi mengenai rumusan permasalahan tersebut dapat diperoleh di dalam makalah ini.

  1.2            Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang disampaikan pada paparan di atas, ada beberapa permasalahan yang bisa diangkat:
1.      Apa yang dimaksud dengan laporan ilmiah?
2.      Apa sajakah macam dan ciri-ciri laporan ilmiah?
3.      Apa saja persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah?

  1.3            Tujuan Penulisan
            Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami cara penulisan laporan ilmiah.

  1.4            Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan ini adalah:
1.      Mahasiswa dapat memahami macam dan ciri-ciri laporan ilmiah.
2.      Mahasiswa dapat mengaplikasikannya dalam pembuatan sebuah laporan ilmiah.


BAB II
LANDASAN TEORI


2.1       Pengertian Laporan
 Laporan   ialah   suatu   wahana   penyampaian   berita,   informasi,   pengetahuan,   ataugagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapatberbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan.Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian,pengamatan   ataupun   peninjauan,   maka   laporan   ini   termasuk   jenis   karangan   ilmiah.Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalahilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

2.2       Macam-Macam Laporan
Laporan terdiri dari 2 macam, yaitu:
1. Laporan Ilmiah 
Laporan   Ilmiah   adalah   laporan   yang   disusun   melalui   tahapan   berdasarkan   teoritertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan.
2. Laporan Teknis 
Laporan   tentang   hal   teknis   penyelenggaraan   kegiatan   suatu   badan   atau instansi. Laporan teknis mengandung data obyektif tentang sesuatu. Data obyektif dalam laporan   teknis   itu   juga   mengandung   sifat   ilmiah, tetapi   segi   kepraktisannya   lebih menonjol. Sehingga yang dimaksud dengan laporan teknis adalah suatu pemberitahuan tentang tanggung jawab yang dipercayakan, dari si pelapor (perseorangan, tim, badan, atau instansi) kepada si penerima laporan tentang teknis penyelenggaraan suatu kegiatan.
Macam-macam laporan menurut bentuknya :
- Laporan berbentuk formulir
- Laporan berbentuk surat
- Laporan berbentuk naskah
- Laporan berbentuk buku
- Laporan berbentuk memorandum (memo)

2.3  Ciri - Ciri Laporan
            Secara umum, laporan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
             a. Ringkas
            Dalam laporan yang ditulis hanya mengemukakan hal pokok secara ringkas yang berhubungan   dengan   tugasnya   sehingga   penerima   laporan   segera   mengetahui permasalahannya.
            b. Lengkap
            Laporan akan semakin sempurna jika dilengkapi dengan sumber kepustakaan.
            c. Logis
                        Laporan dianggap logis jika keterangan yang diberikan dapat           ditelusuri alasan-alasanyang masuk akal.
            d. Sistematis
Laporan dianggap sistematis jika disusun secara berurutan dan saling berhubungan.



BAB III
PEMBAHASAN


3.1       Pengertian Laporan Ilmiah
Yang dimaksud dengan laporan ilmiah ialah pemecahan suatu problem atau jawaban suatu pertanyaan, yang didukung oleh fakta yang diperoleh dari atau yang dibuktikan benarnya oleh penulisnya. Laporan itu adalah bentuk prosa ilmiah yang dikembangkan untuk keperluan sain, kria, dan usaha, dan biasanya ditulis atas permintaan, perintah atau jasa komisi, walaupun kadang-kadang laporan itu diterbitkan atas kehendak dan biaya penulisnya sendiri.
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah :
1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur,
alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
6. Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
2. Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
3. Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
4. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI).
5. Tulisan disusun dengan metode tertentu
6. Tulisan disusun menurut sistem tertentu
7. Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.

3.2       Macam Laporan Ilmiah
Informasi yang disajikan dalam laporan itu dapat bermacam-macam, yaitu: mungkin menyangkut pekerjaan yang sedang berlangsung atau sudah selesai; mungkin menyangkut hasil hasil uji atau analisis suatu varietas benda; mungkin menyajikan hasil penelitian atau penyelidikan. Karena besarnya jumlah variasi laporan, yang sifat-sifatnya tidak menentu, maka tidak mungkin diadakan klasifikasi, namun beberapa ahli condong untuk membagi macam-macam laporan itu sebagai berikut:
1.    Laporan periodis - diserahkan setiap periode reguler dan dimaksudkan untuk menyediakan informasi tentang status organisasi atau aktivitasnya. Laporan bulanan, triwulan, atau catur wulan atau tahunan oleh Kepala Bagian, Kepala Sekolah atau Pimpinan Pesero kepada pemegang pesero adalah contoh-contoh laporan periodis.
2.    Laporan kemajuan - diserahkan guna menyediakan informasi tentang kemajuan suatu rencana usaha, seperti: pembangunan bendungan, proyek penelitian.
3.    Laporan hasil uji - diserahkan guna menyediakan laporan tangan pertama tentang pengetahuan suatu benda (biasanya berupa kesimpulan), seperti: kondisi suatu bangunan, pabrik, atau sumber alam.
4.    Laporan rekomendasi - diserahkan guna menyediakan keterangan dasar atau pujian terhadap sesuatu guna pertimbangan dalam tindakan berikutnya, contoh: laporan tentang letak daerah atau lokasi pabrik atau gedung bioskop, dan nasehat cara menaikkan efisiensinya.
5.    Laporan penelitian - diserahkan untuk memberi tahu tentang penemuan yang tidak diketahui sebelumnya dan diperoleh dari percobaan, penyelidikan, kuesioner, data akumulasi, dan sebagainya.
Berbagai laboratorium lembaga penelitian, universitas, stasiun meteorologi, kantor pemerintah, dan organisasi penelitian swasta secara tetap menerbitkan laporan-laporan itu.
Selain macam-macam laporan ilmiah, terdapat pula jenis-jenis dari laporan ilmiah itu sendiri Jenis-jenis dari laporan ilmiah itu sendiri terdapat empat jenis laporan ilmiah, yaitu laporan lebgkap atau monograf, artikel penelitian, laporan sumir (summary report), dan laporan untuk administrator serta pembuat kebijakan (policy maker).
1. Laporan Lengkap (monograf)
Beberapa hal berikut yang perlu diperhatikan, jika laporan penelitian dibuat dalam bentuk monograf.
a. Laporan harus berisi proses penelitian secara menyeluruh dengan mengutarakan semua tekhnik dan pengalaman peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian tersebut.
b. Teknik penulisan harus sesuai dengan kelompok target dari sang peneliti.
c. Laporan ilmiah juga harus menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi disetiap tingkatan analisis
d. Jika diperoleh pengalaman-pengalaman atau penemuan-penemuan yang tidak ada hubungannya langsung dengan tujuan penelitian yang dilaksanakan janganlah penemuan itu dibuang dengan serta merta. Ada kemungkinan hasil penemuan atau pengalaman tersebut dapat merupakan kunci bagi penulis lain dalam memberikan makna pada penelitian lain dibelakang hari.
e. Peneliti juga harus menyampaikan kegagalan yang yang dialaminya, disamping sukses yang diperoleh.
f. Laporan ilmiah harus di bagi dalm bab-bab, bagian-bagian, sub-sub bagian denagn judul-judul yang padat, sehingga pembaca dapat memilih materi yang relevan baginya dengan mudah.
2. Artikel Ilmiah
Laporan dalam bentuk artikel ilmiah adalah perasaan dari laporan lengkap (monograf). Laporan dalam bentuk artikel ilmiah adalah laporan tentang salah satu dari aspek-aspek yang terdapat dalam laporan lengkap. Laporan dalam bentuk artikel harus difokuskan pada masalah penelitian tunggal yang objektif, sehingga lampiran, kata pengantar, dan daftar isi tidak dimasukkan dalm laporan.
Laporan dalam bentuk artikel ilmiah perlu berisi disain penelitian, prosecing data, dan analisis dalam bentuk yang lebih diperpendek dan dipadatkan. Tabel-tabel juga perlu dipadatkan. Yang terpenting dalam membuat laporan untuk dijadikan sebuah artikel ilmiah adalah memanfaatkan informasi tentang materi-materi menjadi terpadu dan relevan. Laporan dalam bentuk artikel juga ilmiah juga memrlukan abstrak, yang berisi 200-300 kata.
3. Laporan Ringkas (summary report)
Summary report merupakan penulisan ulang kembali tentang artikel-artikel yang sudah diterbitkan ataupun studi-studi yang berkenaan dengan masyarakat dan ditulis dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti.
4. Laporan untuk Administrator dan Pembuat Kebijakan
Laporan yang ditujukan kepada administrator dan pembuat kebijakan harus mempunyai bentuk tersendiri. Laporan yang dibuat tidak perlu dalam bentuk lengkap, karena administrator dan pembuat kebijakan tidak memerlukan laporan demekian, Yang diperlukan dalam laporan tersebut adalah penjelasan serta diagnosis terhadap maslah yang diperlukan.
Laporan untuk administrator dan pembuat keputusan perlu ditulis dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh mereka. Krena itu, istilah-istilah teknis, jika digunakan, haruslah istilah teknis yang sesuai dengan penerapan dilapangan.

3.3       Ciri-Ciri Laporan Ilmiah
Mengingat tujuannya, selera pembacanya, bentuk dan sifatnya, laporan itu berbeda dari prosa ilmiah lainnya dalam aspek-aspek sebagai berikut:
1.      Pembacanya seorang atau sekumpulan orang tertentu. Laporan dibuat atas permintaan atau perintah. Mungkin juga laporan itu diserahkan atas prakarsa penulis untuk mendapat kritik dari ahli-ahli terkemuka. Adakalnya laporan berbentuk buku dan ditujukan kepada pembaca umum. Jika ditujukan kepada umum biasanya laporan berbentuk pamflet atau selebaran.
2.      Bentuk laporan yang disajikan atas permintaan atau perintah itu biasanya berupa laporan panjang yang teridiri dari: halaman judul, surat penyerahan, daftar isi, pendahuluan, uraian pokok, dan seringj uga lampiran. Laporan pendek biasanya terdiri dari judul pokok dan nomor-nomor, dengan perlengapan seperti biasa dalam surat-menyurat formal
3.      Laporan itu bersifat sangat objektif, maksudnya terutama untuk menyajikan fakta. Jika ditarik kesimpulan maka kesimpulan itu berupa induksi berdasar atas buti spesifik. Jika dibuat suatu pujian atau rekomendasi maka pendapat pribadi atau prasangka harus dihindari jauh-jauh. Bila data laporan itu tak cukup atau bertantangan satu dengan lainnya maka pembaca dipersilakan untuk menyadari bahwa konklusi dan rekomendasi yang disajikan bersifat tentatif.
4.      Bahasa dan nadanya formal. Kata ganti orang harus dihindari. Titik berat dan tekanannya tidak berdasarkan pendapat penyaji data atau “asal Bapak senang” yaitu agar pembaca terpenuhi seleranya. Seperti dalam karya tulis ilmiah, dalam laporan harus tidak ada ungkapan pergaulan, bahasa kasar atau makian, atau susunan kata dan ungkapan yang ceroboh.
5.      Judul, sub-judul, dan sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang mantik. Laporan yang disajikan dengan baik dapat digunakan sebagai acuan.

3.4       Persyaratan bagi Pembuat Laporan
Pada galipnya persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah itu sama seperti yang bagi penulis karya tulis ilmiah lainnya, yaitu:
1.                Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan. Sering kali perngetahuan tangan pertama itu perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan pengalaman orang lain.
2.                Memiliki sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik dari pernyataan-pernyataan umum harus dibuat secara tepat. Bila ada hal-hal yang tak lengkap, ia harus menyebutkan kekurangan-kekurangan itu dan apa sebabnya.
Semua fakta harus dicocokkan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan pernyataan salah, maka ia akan meragukan isi seluruh laporan. Pernyataan yang meragukan lebih baik dibuang saja, atau dijelaskan bahwa meragukan. Data yang menyakinkan tidak boleh dibuang.
3.                Bersifat objektif. Pernyataan yang dibuat harus menurut kenyataan; kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu berlawanan dengan yang diharapkan, bahkan dapat berakibat merugikan bagi dirinya sendiri. Pembuat laporan itu seperti sebuah ‘mesin pemikir’, yaitu bekerja tanpa nafsu dan prasangka yang dapat mengelirukan pengertiannya atau pernyataannya tentang fakta.
4.                Kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan. Laporan itu adalah sebuah analisis. Pembuat laporan membagi-bagi subyek, memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda, dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lain. Berdasar uraian itulah dengan cara induktif ia sampai kepada kesimpulan. Pelapor tidak boleh membuat kesama-rataan berdasar beberapa data saja, atau membuang data yang ia anggap tidak mendukung konklusi yang diharapkannya, padahal data itu tidak meragukan.
5.                Kemampuan mengatur fakta secara sistematis. Penyajian laporan itu tidak harus diatur sistematis, mantik, supaya pembacanya tidak meragukan tentang suatu perencanaan dan penalarannya.
6.                Pengertian akan kebutuhan pembaca. Laporan itu disajikan untuk dibaca oleh seseorang atau beberapa orang (tim) yang spesifik. Apa yang dilaporkan, apa yang dibuang, istilah apa yang akan dipakai, apa yang dapat dianggap sebagai sudah semestinya, apa yang memerlukan lukisan dan penjelasan dan bagaimana menyusunnya, semuanya itu tergantung pembacanya.
Prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh penulis laporan; ialah bekerja secara konstan untuk menghemat tenaga mental pembacanya. Laporan ilmiah disesuaikan dengan situasinya. Pelajari segala sesuatunya terlebih dahulu untuk persiapan penulisan laporan ilmiah. Selain itu ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah, diantaranya:


1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.

2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.

3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.

4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.

5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.


BAB IV
PENUTUP


4.1              Kesimpulan
Dari materi yang telah dipaparkan diatas, kami dapat menyimpulkan beberapa hal, yaitu:
1. Dalam menulis laporan ilmiah, harus diperhatikan secara detail
2. Laporan ilmiah mempunyai banyak macam dan jenisnya, disesuaikan dengan tujuan penggunaan dari laporan ilmiah itu sendiri.
3. Untuk membuat suatu laporan ilmiah penulis harus memenuhi persyaratan yang berlaku agar dapat membuat laporan ilmiah yang baik dan benar.

4.2              Saran
Diharapkan dari penulisan makalah ini pembaca dapat menulis laporan ilmiah yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, memperhatikan tata cara atau ciri-ciri dari penulisan laporan ilmiah yang benar serta sumber yang digunakan sesuai dengan fakta.


DAFTAR PUSTAKA


Keraf, Gorys. 2001. Komposisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Grasindo.

Arifin, E Zaenal. 1993. Bahasa yang Lugas dalam Laporan Teknis. Jakarta: Akademika Pressindo.